Apakah Anda seorang mahasiswa yang sedang berjuang dengan ide penelitian, namun bingung bagaimana cara mempublikasikannya di jurnal ilmiah bereputasi seperti Sinta atau Scopus? Anda tidak sendiri. Banyak mahasiswa merasakan tantangan yang sama, padahal publikasi jurnal adalah salah satu capaian penting yang akan sangat menunjang karir akademik dan profesional Anda di masa depan.
Kini saatnya Anda berhenti merasa cemas dan mulai mengambil langkah nyata. Artikel mendalam ini akan menjadi panduan komprehensif Anda, mengupas tuntas langkah demi langkah cara publikasi jurnal ilmiah bagi mahasiswa, mulai dari menyusun ide hingga naskah Anda terbit. Mari kita wujudkan nama Anda tercantum dalam daftar penulis di jurnal ilmiah terkemuka!
Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita samakan pemahaman tentang apa itu Sinta dan Scopus. Sinta (Science and Technology Index) adalah portal database jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), dengan peringkat akreditasi dari S1 hingga S6.
Sementara itu, Scopus adalah salah satu database literatur ilmiah terbesar di dunia yang dikelola oleh Elsevier, mencakup jurnal, prosiding, dan buku dari berbagai disiplin ilmu. Kedua database ini menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas dan reputasi suatu publikasi ilmiah.
1. Memulai dengan Ide dan Riset yang Solid
Fondasi dari setiap publikasi ilmiah yang sukses adalah ide riset yang kuat dan relevan. Jangan terburu-buru menulis sebelum Anda memiliki gagasan yang matang dan pertanyaan penelitian yang jelas.
Luangkan waktu untuk melakukan studi literatur ekstensif. Baca jurnal-jurnal terkini di bidang Anda untuk mengidentifikasi celah penelitian (research gap) atau isu yang belum banyak dibahas. Dari sinilah ide orisinal dan kontributif Anda akan lahir.
Mencari Ide yang Orisinal dan Relevan
- Identifikasi Masalah: Lihat sekeliling Anda, baca berita, atau diskusikan dengan dosen. Masalah apa yang belum terpecahkan atau perlu kajian lebih lanjut di bidang studi Anda?
- Studi Literatur Komprehensif: Gunakan database seperti Google Scholar, Sinta, Scopus, atau Web of Science. Telusuri publikasi-publikasi terbaru untuk menemukan “apa yang sudah diketahui” dan “apa yang belum diketahui.”
- Konsultasi dengan Pembimbing: Dosen pembimbing adalah sumber daya paling berharga. Mereka bisa membantu menyaring ide, memberikan masukan tentang metodologi, dan memastikan ide Anda memiliki potensi publikasi.
Sebagai contoh, jika Anda mahasiswa teknik sipil, mungkin Anda tertarik pada isu infrastruktur berkelanjutan. Setelah studi literatur, Anda menemukan banyak riset tentang beton daur ulang, tetapi sedikit yang mengkaji efektivitasnya dalam kondisi lingkungan ekstrem di Indonesia. Nah, ini bisa menjadi celah penelitian Anda!
2. Memilih Jurnal yang Tepat (Sinta/Scopus)
Setelah ide riset Anda matang, langkah berikutnya adalah memilih jurnal yang paling cocok untuk naskah Anda. Pemilihan jurnal yang tepat sangat krusial dan dapat memperbesar peluang naskah Anda diterima.
Jangan asal pilih jurnal dengan reputasi tinggi, tetapi pastikan bidang fokus (scope) jurnal sesuai dengan topik riset Anda. Perhatikan juga peringkat Sinta (S1-S6) atau kuartil Scopus (Q1-Q4) jika Anda memiliki target tertentu.
Strategi Memilih Jurnal
- Periksa Scope dan Focus: Setiap jurnal memiliki ruang lingkup dan fokus tertentu. Baca “Aims and Scope” di website jurnal dengan seksama. Jika topik Anda tidak sesuai, jangan paksakan.
-
Cek Kualitas dan Reputasi:
- Sinta: Kunjungi sinta.ristekbrin.go.id. Cari jurnal di bidang Anda dan perhatikan peringkatnya (S1 paling tinggi).
- Scopus: Gunakan Scopus Sources atau SCImago Journal & Country Rank. Cari jurnal berdasarkan subjek dan lihat kuartilnya (Q1 paling tinggi).
- Perhatikan Indikator Lain: Periksa faktor dampak (impact factor), kecepatan proses review, biaya publikasi (Article Processing Charge/APC) jika ada, dan frekuensi terbit. Beberapa jurnal Scopus Q1/Q2 mungkin tidak memungut biaya, tetapi persaingannya sangat ketat.
- Tinjau Publikasi Referensi Anda: Jurnal-jurnal tempat referensi utama Anda terbit seringkali merupakan pilihan yang baik untuk naskah Anda sendiri. Ini menunjukkan keselarasan topik dan audiens.
Sebagai ilustrasi, jika penelitian Anda tentang “pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumsi mahasiswa,” maka pilihlah jurnal di bidang komunikasi, manajemen, atau sosiologi, bukan jurnal teknik mesin.
3. Menulis Naskah yang Berkualitas: Struktur dan Gaya
Menulis naskah jurnal ilmiah berbeda dengan menulis skripsi atau laporan. Ada standar struktur dan gaya penulisan yang harus Anda ikuti agar naskah Anda dianggap kredibel dan profesional.
Biasanya, jurnal ilmiah mengikuti struktur IMRAD: Introduction, Methods, Results, and Discussion. Namun, Anda harus selalu merujuk pada “Author Guidelines” atau “Petunjuk Penulisan” jurnal target Anda.
Komponen Penting Naskah Jurnal
- Judul (Title): Harus jelas, ringkas, dan merepresentasikan isi penelitian. Gunakan kata kunci utama Anda.
- Abstrak (Abstract): Rangkuman singkat (biasanya 150-250 kata) yang mencakup latar belakang, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Ini adalah “jendela” pertama bagi editor dan reviewer.
- Kata Kunci (Keywords): 3-5 kata atau frasa yang relevan untuk membantu indeksasi dan pencarian naskah Anda.
- Pendahuluan (Introduction): Memperkenalkan topik, latar belakang masalah, tinjauan literatur singkat, identifikasi research gap, dan tujuan penelitian Anda.
- Metodologi (Methods): Jelaskan secara rinci bagaimana penelitian dilakukan. Ini termasuk desain penelitian, populasi/sampel, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Penjelasan harus cukup detail agar peneliti lain bisa mereplikasi studi Anda.
- Hasil (Results): Sajikan temuan penelitian Anda secara objektif, bisa berupa tabel, grafik, atau narasi. Hindari interpretasi di bagian ini.
- Pembahasan (Discussion): Interpretasikan hasil Anda, kaitkan dengan teori dan penelitian sebelumnya, diskusikan implikasi temuan, batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.
- Kesimpulan (Conclusion): Rangkum poin-poin penting dari pembahasan dan jawab pertanyaan penelitian Anda.
- Daftar Pustaka (References): Cantumkan semua sumber yang Anda kutip sesuai gaya sitasi jurnal (misalnya APA, MLA, Chicago, IEEE). Gunakan software referensi manager seperti Mendeley atau Zotero untuk kemudahan.
Analoginya, bayangkan naskah Anda adalah sebuah cerita. Judul dan abstrak adalah sinopsisnya. Pendahuluan adalah latar belakang. Metodologi adalah bagaimana Anda melakukan petualangan. Hasil adalah harta karun yang Anda temukan. Dan pembahasan adalah interpretasi Anda tentang makna harta karun itu.
4. Proses Submit dan Peer Review
Setelah naskah Anda selesai ditulis dan telah direvisi berkali-kali, tiba saatnya untuk melakukan submit. Proses ini seringkali menjadi momen mendebarkan, karena Anda menyerahkan “buah pikiran” Anda untuk dinilai oleh orang lain.
Setiap jurnal memiliki sistem submit online yang berbeda (misalnya OJS – Open Journal Systems). Pastikan Anda mengikuti setiap langkah yang diminta, mengunggah semua dokumen yang diperlukan, dan mengisi metadata dengan benar.
Langkah-langkah Proses Submit
- Recheck Author Guidelines: Ini adalah langkah krusial yang sering terlewat. Pastikan format, gaya sitasi, panjang naskah, dan kelengkapan bagian lain (misalnya cover letter, pernyataan etika) sudah sesuai.
- Buat Cover Letter: Ini adalah surat pengantar singkat kepada editor yang menjelaskan mengapa naskah Anda cocok untuk jurnal mereka, apa kontribusi utamanya, dan konfirmasi bahwa naskah belum dipublikasikan di tempat lain.
- Proses Submit Online: Daftarkan akun di sistem submit jurnal. Ikuti petunjuk pengunggahan naskah, gambar, tabel, dan metadata penulis dengan cermat.
- Peer Review: Setelah editor melakukan pra-penilaian (desk evaluation), naskah Anda akan dikirim ke reviewer ahli di bidangnya (peer reviewers). Mereka akan menilai kualitas, orisinalitas, metodologi, dan kontribusi ilmiah naskah Anda. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Bayangkan Anda sedang melamar pekerjaan. Cover letter adalah surat lamaran Anda, CV adalah naskah Anda, dan HRD/pewawancara adalah editor/reviewer. Semakin rapi dan lengkap lamaran Anda, semakin besar peluang Anda untuk diproses lebih lanjut.
5. Revisi dan Respon Editor/Reviewer
Sangat jarang naskah langsung diterima tanpa revisi. Hampir pasti Anda akan menerima email dari editor yang berisi keputusan: “Revisi Mayor,” “Revisi Minor,” atau “Ditolak.” Jangan berkecil hati jika Anda menerima permintaan revisi, ini adalah bagian normal dari proses ilmiah.
Justru, revisi menunjukkan bahwa naskah Anda memiliki potensi dan reviewer telah meluangkan waktu untuk memberikan masukan berharga. Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas naskah Anda.
Strategi Menghadapi Revisi
- Baca Komentar dengan Cermat: Pahami setiap masukan dari reviewer dan editor. Buat daftar poin-poin yang harus Anda revisi.
-
Respons Poin per Poin: Siapkan “Response to Reviewers” atau “Author’s Response Letter.” Dalam dokumen ini, Anda harus menanggapi setiap komentar reviewer satu per satu.
- Jika Anda setuju dengan masukan, jelaskan bagaimana Anda merevisi naskah berdasarkan masukan tersebut (sertakan lokasi perubahan di naskah).
- Jika Anda tidak setuju (dengan alasan ilmiah yang kuat), jelaskan argumen Anda dengan sopan dan berdasarkan data/literatur.
- Revisi Naskah dengan Teliti: Lakukan perubahan pada naskah Anda sesuai respons. Beberapa jurnal meminta Anda menandai perubahan (misalnya dengan warna berbeda atau fitur “track changes”).
- Submit Ulang: Setelah revisi dan respons selesai, submit kembali naskah dan dokumen respons Anda melalui sistem jurnal. Proses ini bisa berulang jika masih ada revisi lanjutan.
Anggap saja reviewer adalah seorang pelatih yang ingin membantu Anda menjadi atlet yang lebih baik. Kritik mereka bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk mengasah kemampuan Anda. Semakin Anda bisa merespons kritik dengan profesional, semakin cepat Anda “lulus” dari proses ini.
6. Pasca-Penerimaan: Bukti Kontribusi Anda
Selamat! Setelah melalui proses panjang revisi dan review, akhirnya naskah Anda dinyatakan “Accepted for Publication.” Ini adalah momen yang membanggakan, hasil kerja keras Anda kini diakui secara ilmiah.
Namun, proses belum sepenuhnya berakhir. Ada beberapa langkah lagi yang harus Anda ikuti sebelum naskah Anda benar-benar terbit.
Langkah-langkah Pasca-Penerimaan
- Proofreading Naskah: Anda akan menerima naskah dalam format tata letak jurnal (galley proof). Periksa kembali seluruh isi naskah, termasuk tabel, gambar, referensi, dan data penulis. Pastikan tidak ada kesalahan ketik atau format yang luput. Ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk melakukan koreksi kecil.
- Pernyataan Hak Cipta (Copyright Agreement): Biasanya, Anda akan diminta untuk menandatangani atau menyetujui perjanjian hak cipta, yang mungkin mengalihkan hak cipta ke penerbit. Pastikan Anda memahami isi perjanjian tersebut.
- Pembayaran APC (Jika Ada): Jika jurnal tersebut adalah jurnal akses terbuka berbayar, Anda akan menerima tagihan untuk Article Processing Charge (APC). Pastikan Anda telah mengalokasikan anggaran untuk ini sejak awal.
- Naskah Terbit Online/Cetak: Setelah semua proses di atas selesai, naskah Anda akan terbit, baik secara online terlebih dahulu (dengan DOI – Digital Object Identifier) maupun dalam edisi cetak jurnal.
- Promosikan Publikasi Anda: Bagikan informasi publikasi Anda di media sosial akademik (seperti ResearchGate, Academia.edu, LinkedIn), website universitas, atau presentasi di konferensi. Ini membantu meningkatkan visibilitas dan sitasi naskah Anda.
Akhirnya, nama Anda akan terpampang sebagai penulis di jurnal ilmiah bereputasi. Ini bukan hanya sekadar menambah poin di CV, tetapi juga bukti nyata kontribusi Anda terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Sebuah capaian yang patut Anda banggakan!
Tips Praktis Menerapkan Cara publikasi jurnal ilmiah mahasiswa (Sinta/Scopus)
Agar perjalanan publikasi Anda lebih mulus, berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:
- Mulai Sejak Dini: Jangan menunggu skripsi selesai baru berpikir publikasi. Diskusikan potensi publikasi dengan dosen pembimbing sejak awal, bahkan saat menyusun proposal penelitian.
- Kolaborasi dengan Dosen: Sangat disarankan untuk menulis bersama dosen pembimbing Anda. Mereka memiliki pengalaman dan jejaring yang dapat membimbing Anda melalui proses publikasi, dan nama mereka akan menambah kredibilitas naskah.
- Manfaatkan Workshop Penulisan Ilmiah: Ikuti workshop atau pelatihan penulisan artikel ilmiah yang diselenggarakan kampus atau lembaga lain. Ini akan membekali Anda dengan keterampilan praktis.
- Pahami Etika Publikasi: Jaga orisinalitas karya Anda. Hindari plagiarisme, fabrikasi data, dan authorship yang tidak pantas. Selalu berikan kredit pada sumber yang Anda gunakan.
- Gunakan Reference Manager: Software seperti Mendeley atau Zotero sangat membantu dalam mengelola referensi dan membuat daftar pustaka sesuai gaya sitasi yang diminta jurnal.
- Jangan Takut Ditolak: Penolakan adalah bagian dari proses. Pelajari dari feedback reviewer, perbaiki naskah Anda, dan kirimkan ke jurnal lain. Ketekunan adalah kunci.
- Bergabung dengan Komunitas Riset: Terlibat dalam diskusi ilmiah, seminar, atau grup riset di kampus. Ini bisa membuka peluang kolaborasi dan memperluas wawasan Anda.
FAQ Seputar Cara publikasi jurnal ilmiah mahasiswa (Sinta/Scopus)
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan terkait publikasi jurnal ilmiah bagi mahasiswa:
Apakah mahasiswa S1 bisa publikasi di jurnal Scopus?
Ya, sangat bisa! Tidak ada batasan jenjang pendidikan untuk publikasi di jurnal Scopus. Yang terpenting adalah kualitas dan kontribusi ilmiah dari naskah Anda. Banyak mahasiswa S1 yang berhasil publikasi di Scopus, terutama jika mereka kolaborasi dengan dosen pembimbing.
Berapa lama proses publikasi jurnal ilmiah?
Waktu yang dibutuhkan sangat bervariasi, mulai dari beberapa bulan hingga lebih dari setahun. Ini tergantung pada kecepatan respons reviewer, jumlah revisi, dan kebijakan editorial jurnal. Jurnal yang bereputasi tinggi (Sinta S1/S2 atau Scopus Q1/Q2) umumnya memiliki proses review yang lebih ketat dan memakan waktu lebih lama.
Apakah publikasi jurnal ilmiah selalu berbayar?
Tidak selalu. Ada banyak jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional (termasuk di Scopus), yang tidak memungut biaya publikasi (Article Processing Charge/APC) dari penulis. Namun, ada juga jurnal akses terbuka (Open Access) yang memang menerapkan APC agar naskah bisa diakses secara gratis oleh pembaca. Selalu periksa informasi APC di website jurnal target Anda.
Apa yang harus dilakukan jika naskah saya ditolak?
Jangan patah semangat! Penolakan adalah hal yang lumrah dalam dunia publikasi ilmiah. Pelajari baik-baik feedback dari reviewer dan editor. Gunakan masukan tersebut untuk memperbaiki kualitas naskah Anda, lalu submit ulang ke jurnal lain yang relevan. Banyak penulis sukses yang mengalami penolakan berkali-kali sebelum akhirnya naskahnya diterima.
Apakah saya wajib mencantumkan nama dosen pembimbing sebagai co-author?
Secara umum, ya. Jika dosen pembimbing Anda memberikan kontribusi substansial pada ide penelitian, metodologi, analisis, atau penulisan naskah, maka etis dan wajib untuk mencantumkan mereka sebagai co-author. Diskusi tentang authorship harus dilakukan sejak awal penelitian.
Kesimpulan
Memublikasikan jurnal ilmiah di Sinta atau Scopus mungkin terdengar menakutkan, tetapi sebenarnya adalah sebuah proses yang bisa Anda taklukkan dengan panduan yang tepat dan dedikasi. Mulai dari ide riset yang kuat, pemilihan jurnal yang strategis, penulisan naskah yang berkualitas, hingga kesiapan menghadapi revisi, setiap langkah memiliki peran penting.
Ingatlah, ini bukan hanya tentang memenuhi syarat kelulusan atau menambah poin CV, melainkan tentang memberikan kontribusi nyata pada pengembangan ilmu pengetahuan dan membangun reputasi akademik Anda. Jadikan publikasi jurnal sebagai bukti nyata dari keahlian dan kerja keras Anda.
Jadi, jangan tunda lagi! Konsultasikan ide Anda dengan dosen pembimbing, mulai susun naskah Anda, dan beranikan diri untuk melangkah ke dunia publikasi ilmiah. Masa depan akademik dan karir Anda menanti untuk bersinar!




