Cara membuat jurnal umum akuntansi

ahmad

Selamat datang, para pebisnis, mahasiswa, atau siapa pun yang tertarik dengan dunia keuangan! Jika Anda sedang mencari panduan praktis dan mendalam tentang “Cara membuat jurnal umum akuntansi”, Anda berada di tempat yang sangat tepat. Banyak yang merasa akuntansi itu rumit, padahal dengan pemahaman yang benar, ia bisa menjadi alat paling ampuh untuk mengelola keuangan.

Mungkin Anda bingung harus mulai dari mana, atau mungkin Anda pernah mencoba dan merasa kesulitan. Jangan khawatir! Sebagai mentor Anda, saya akan memandu Anda langkah demi langkah. Artikel ini dirancang khusus agar Anda bisa menguasai dasar pembuatan jurnal umum akuntansi, tanpa perlu latar belakang akuntansi yang rumit.

Sebelum kita menyelam lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu jurnal umum akuntansi. Sederhananya, jurnal umum adalah catatan pertama dan kronologis dari semua transaksi keuangan suatu entitas. Ibarat sebuah buku harian, tetapi isinya khusus tentang keluar masuknya uang dan aset. Ini adalah pondasi utama dalam siklus akuntansi yang memastikan setiap transaksi tercatat dengan rapi dan teratur.

Dengan menguasai cara membuat jurnal umum akuntansi, Anda akan memiliki gambaran yang jelas tentang kesehatan finansial. Anda bisa melacak setiap aliran dana, mengidentifikasi pola pengeluaran, dan membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Mari kita mulai perjalanan Anda!

1. Pahami Dasar-Dasar Akuntansi: Fondasi Sebelum Mencatat

Membuat jurnal umum akuntansi itu seperti membangun rumah. Anda tidak bisa langsung memasang atap tanpa fondasi yang kokoh. Fondasi utama kita adalah persamaan dasar akuntansi dan aturan debit-kredit.

Persamaan Dasar Akuntansi: Kunci Utama

Ingat rumus ini baik-baik: Aset = Kewajiban + Modal. Ini adalah jantung dari semua akuntansi. Artinya, semua yang Anda miliki (aset) harus dibiayai, entah dari utang (kewajiban) atau dari investasi Anda sendiri (modal).

Setiap transaksi harus selalu menjaga keseimbangan persamaan ini. Jika aset bertambah, maka kewajiban atau modal juga harus bertambah, atau aset lain berkurang.

Aturan Debit dan Kredit: Bahasa Akuntansi

Debit dan kredit adalah dua sisi dari setiap transaksi. Jangan terpaku pada arti “masuk” atau “keluar” dari bahasa sehari-hari. Dalam akuntansi, mereka punya arti spesifik.

  • Aset: Bertambah di sisi Debit, Berkurang di sisi Kredit.
  • Kewajiban: Bertambah di sisi Kredit, Berkurang di sisi Debit.
  • Modal: Bertambah di sisi Kredit, Berkurang di sisi Debit.
  • Pendapatan: Bertambah di sisi Kredit, Berkurang di sisi Debit.
  • Beban: Bertambah di sisi Debit, Berkurang di sisi Kredit.

Dengan memahami ini, Anda sudah punya separuh jalan untuk menguasai cara membuat jurnal umum akuntansi. Mari kita terapkan dalam contoh nyata.

2. Identifikasi dan Kumpulkan Bukti Transaksi

Setiap pencatatan dalam jurnal umum akuntansi harus memiliki dasar yang kuat. Dasar itu adalah bukti transaksi. Tanpa bukti, pencatatan Anda tidak valid dan rentan terhadap kesalahan atau bahkan kecurangan.

Bukti transaksi ini bisa berupa faktur pembelian, kuitansi pembayaran, nota penjualan, slip bank, memo internal, atau bukti transfer. Biasakan untuk selalu meminta dan menyimpan bukti ini.

Contoh Praktis:
Ketika Anda membeli perlengkapan kantor, pastikan Anda menerima faktur atau kuitansi. Saat Anda membayar gaji karyawan, simpan slip gaji atau bukti transfernya. Bukti-bukti inilah yang akan menjadi “legalitas” dari setiap entri di jurnal Anda.

Mengkategorikan bukti transaksi juga penting. Anda bisa membuat folder fisik atau digital berdasarkan tanggal atau jenis transaksi untuk memudahkan saat ingin melihat kembali.

3. Analisis Transaksi: Akun Apa yang Terpengaruh?

Inilah langkah krusial dalam cara membuat jurnal umum akuntansi. Setiap transaksi, tidak peduli seberapa kecilnya, akan selalu memengaruhi minimal dua akun dalam pembukuan Anda. Ini disebut sistem pencatatan berpasangan atau double-entry system.

Tugas Anda adalah mengidentifikasi akun-akun apa saja yang terlibat dan bagaimana pengaruhnya terhadap akun-akun tersebut.

Skenario Analisis:
Misalkan pada tanggal 10 Mei, perusahaan Anda membayar sewa kantor sebesar Rp 2.000.000 secara tunai.

  • Akun 1: Kas. Uang kas keluar, berarti aset (Kas) berkurang.
  • Akun 2: Beban Sewa. Pembayaran sewa adalah beban, berarti Beban Sewa bertambah.

Perhatikan bahwa satu aset berkurang, dan satu beban bertambah. Keseimbangan akan tetap terjaga karena kita akan menerapkan aturan debit-kredit di langkah berikutnya.

Lakukan analisis ini untuk setiap transaksi. Jangan buru-buru mencatat sebelum Anda yakin dengan akun-akun yang terlibat.

4. Tentukan Debit dan Kredit: Arah Perubahan Akun

Setelah Anda mengidentifikasi akun-akun yang terpengaruh, langkah selanjutnya adalah menentukan apakah akun tersebut akan didebit atau dikredit, berdasarkan aturan yang sudah kita pelajari di poin pertama.

Ingat, setiap transaksi harus memiliki jumlah debit yang sama dengan jumlah kredit.

Melanjutkan Skenario Pembayaran Sewa:
Pada tanggal 10 Mei, perusahaan Anda membayar sewa kantor sebesar Rp 2.000.000 secara tunai.

  • Kas: Adalah aset. Karena Kas berkurang, maka Kas akan ditempatkan di sisi Kredit.
  • Beban Sewa: Adalah beban. Karena Beban Sewa bertambah, maka Beban Sewa akan ditempatkan di sisi Debit.

Jadi, kita akan mendebit Beban Sewa sebesar Rp 2.000.000 dan mengkredit Kas sebesar Rp 2.000.000. Jumlah debit (Rp 2.000.000) sama dengan jumlah kredit (Rp 2.000.000).

Ini adalah inti dari bagaimana membuat jurnal umum akuntansi. Dengan latihan, Anda akan semakin cepat dalam menentukan sisi debit dan kredit untuk setiap transaksi.

5. Catat ke dalam Jurnal Umum dengan Format yang Tepat

Sekarang saatnya menuangkan analisis Anda ke dalam format jurnal umum. Konsistensi dalam format sangat penting untuk kerapian dan kemudahan pembacaan di kemudian hari.

Komponen Penting Jurnal Umum

Sebuah jurnal umum biasanya memiliki kolom-kolom sebagai berikut:

  • Tanggal: Tanggal terjadinya transaksi.
  • Keterangan/Nama Akun: Nama akun yang terlibat (misal: Kas, Beban Sewa). Akun yang didebit ditulis terlebih dahulu, lalu akun yang dikredit ditulis agak menjorok ke kanan.
  • Ref. (Referensi): Nomor akun atau kode yang mengacu pada buku besar. Biasanya diisi nanti setelah posting ke buku besar.
  • Debit: Jumlah uang yang didebit.
  • Kredit: Jumlah uang yang dikredit.

Contoh Praktis Pencatatan:

Berikut adalah contoh bagaimana mencatat transaksi pembayaran sewa yang kita bahas sebelumnya:

Transaksi: Pada tanggal 10 Mei 2024, perusahaan membayar sewa kantor sebesar Rp 2.000.000 secara tunai.

Tanggal Keterangan Ref. Debit (Rp) Kredit (Rp)
2024
Mei 10 Beban Sewa 2.000.000
    Kas 2.000.000
(Mencatat pembayaran sewa kantor)

Pastikan Anda selalu menulis deskripsi singkat di bawah setiap entri jurnal. Ini akan membantu Anda (atau orang lain) memahami konteks transaksi tanpa harus mencari bukti aslinya.

6. Pastikan Keseimbangan dan Kerapian

Setelah mencatat semua transaksi pada periode tertentu (misalnya, satu bulan), Anda perlu menjumlahkan total kolom debit dan total kolom kredit. Ini adalah langkah verifikasi penting dalam cara membuat jurnal umum akuntansi.

Total kolom Debit harus selalu sama dengan total kolom Kredit. Jika tidak sama, itu pertanda ada kesalahan dalam pencatatan Anda. Segera periksa kembali transaksi yang sudah Anda catat.

Pentingnya Kerapian:
Jurnal umum yang rapi dan terorganisir akan sangat membantu di kemudian hari, terutama saat Anda akan memposting ke buku besar atau saat melakukan audit. Gunakan format yang jelas, tulisan yang mudah dibaca, dan hindari coretan.

Anggap jurnal umum Anda sebagai cerminan profesionalisme Anda dalam mengelola keuangan. Semakin rapi, semakin mudah untuk menemukan informasi yang Anda butuhkan.

Tips Praktis Menerapkan Cara Membuat Jurnal Umum Akuntansi

Sebagai mentor Anda, saya ingin memberikan beberapa tips praktis yang akan memudahkan perjalanan Anda dalam membuat jurnal umum akuntansi:

  • Mulai dengan Transaksi Sederhana: Jangan langsung panik dengan transaksi kompleks. Latih diri Anda dengan transaksi harian yang sederhana seperti pembelian tunai, pembayaran gaji, atau penerimaan pendapatan.
  • Gunakan Template: Banyak template jurnal umum gratis yang tersedia online (dalam format Excel atau PDF). Ini membantu Anda menjaga format dan kerapian.
  • Lakukan Secara Konsisten: Jangan menunda pencatatan. Usahakan mencatat transaksi sesegera mungkin setelah terjadi, atau setidaknya setiap hari/minggu. Penundaan bisa menyebabkan lupa detail atau bahkan kehilangan bukti transaksi.
  • Manfaatkan Teknologi: Untuk skala bisnis yang lebih besar atau jika Anda ingin efisiensi, pertimbangkan untuk menggunakan software akuntansi. Banyak pilihan terjangkau yang otomatis membuat jurnal umum dari input transaksi Anda.
  • Cek Ulang Berulang Kali: Jangan sungkan untuk memeriksa kembali entri Anda, terutama total debit dan kredit. Kesalahan kecil di awal bisa berdampak besar di laporan keuangan akhir.
  • Jangan Ragu Bertanya: Jika Anda menemukan transaksi yang membingungkan, jangan ragu untuk mencari referensi tambahan, bertanya kepada profesional, atau bergabung dengan komunitas akuntansi.
  • Pahami Konteks Bisnis Anda: Setiap bisnis unik. Pahami jenis transaksi yang paling sering terjadi di bisnis Anda untuk mengidentifikasi akun-akun yang relevan.

FAQ Seputar Cara Membuat Jurnal Umum Akuntansi

Mari kita jawab beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait cara membuat jurnal umum akuntansi:

Q: Apa bedanya jurnal umum dengan buku besar?

A: Jurnal umum adalah catatan transaksi pertama secara kronologis. Buku besar adalah kumpulan akun yang mengklasifikasikan transaksi dari jurnal umum. Jadi, jurnal umum adalah “buku harian” semua transaksi, sedangkan buku besar adalah “ringkasan” per akun (misal: semua transaksi kas terkumpul di akun Kas buku besar).

Q: Bagaimana jika saya membuat kesalahan pencatatan di jurnal umum?

A: Jangan panik! Jika kesalahan belum diposting ke buku besar, Anda bisa mengoreksinya langsung (dengan rapi, bukan mencoret-coret). Jika sudah diposting, Anda perlu membuat jurnal koreksi (jurnal balik) untuk membatalkan kesalahan dan kemudian membuat jurnal yang benar. Kerapian dan kejelasan koreksi sangat penting.

Q: Seberapa sering saya harus membuat jurnal umum?

A: Idealnya, setiap transaksi harus segera dicatat. Namun, untuk praktisnya, Anda bisa menjadwalkan pencatatan harian, mingguan, atau bulanan, tergantung volume transaksi Anda. Yang terpenting adalah konsisten dan tidak menunda terlalu lama agar detail transaksi tidak terlupa.

Q: Apakah saya harus seorang akuntan profesional untuk bisa membuat jurnal umum?

A: Sama sekali tidak! Dengan panduan yang tepat dan latihan, siapa pun bisa mempelajari cara membuat jurnal umum akuntansi. Tentu, akuntan profesional memiliki pemahaman yang lebih mendalam, tetapi dasar-dasarnya sangat bisa dipelajari oleh pemilik bisnis atau individu.

Q: Bisakah saya menggunakan spreadsheet seperti Excel untuk jurnal umum?

A: Ya, tentu saja bisa! Excel adalah alat yang sangat powerful untuk membuat jurnal umum, terutama untuk bisnis kecil atau pemula. Anda bisa membuat kolom-kolom seperti yang dijelaskan, menggunakan rumus untuk menjumlahkan debit dan kredit, dan menjaga kerapian data Anda.

Kesimpulan

Selamat! Anda telah memahami langkah-langkah penting dalam cara membuat jurnal umum akuntansi. Ini bukan hanya sekadar mencatat angka, melainkan pondasi vital untuk mengelola keuangan bisnis Anda dengan lebih terstruktur dan informatif.

Dari memahami dasar-dasar akuntansi, mengidentifikasi transaksi, menganalisisnya, hingga mencatatnya dengan format yang tepat, setiap langkah adalah investasi untuk kesehatan finansial Anda. Ingat, akuntansi adalah bahasa bisnis, dan jurnal umum adalah abjad pertamanya.

Jangan takut untuk memulai. Praktek adalah kunci. Mulailah mencatat transaksi Anda hari ini, bahkan yang paling sederhana sekalipun. Dengan konsistensi dan kesabaran, Anda akan segera merasa lebih percaya diri dan ahli dalam mengelola keuangan Anda. Ayo, ambil pulpen atau buka spreadsheet Anda, dan mulailah membuat jurnal umum akuntansi Anda sekarang!

Bagikan:

[addtoany]

Tags

Baca Juga

TamuBetMPOATMPengembang Mahjong Ways 2 Menambahkan Fitur CuanPola Repetitif Mahjong Ways 1Pergerakan RTP Mahjong WinsRumus Pola Khusus Pancingan Scatter HitamAkun Cuan Mahjong Jadi Variasi Terbaru