Bingung memilih antara TOEFL ITP dan TOEFL iBT? Anda tidak sendirian! Banyak sekali calon mahasiswa, pencari beasiswa, atau bahkan profesional yang galau saat dihadapkan pada dua jenis tes kemampuan Bahasa Inggris yang sama-sama populer ini. Pertanyaan seperti “Mana yang lebih cocok untuk saya?”, “Apakah keduanya sama-sama diterima?”, atau “Apa saja sih perbedaan krusialnya?” seringkali menjadi momok.
Kabar baiknya, Anda telah menemukan panduan yang tepat. Sebagai seorang pakar yang telah bertahun-tahun mendampingi banyak individu dalam perjalanan TOEFL mereka, saya akan membimbing Anda untuk memahami secara mendalam perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT, membantu Anda membuat keputusan yang cerdas dan tepat sasaran. Mari kita kupas tuntas!
Sebelum kita menyelam lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu TOEFL. TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah ujian standar global yang mengukur kemampuan berbahasa Inggris non-penutur asli. Tujuannya adalah untuk menilai seberapa baik seseorang dapat menggunakan dan memahami bahasa Inggris dalam konteks akademis.
Dua format utama yang sering kita dengar adalah TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dan TOEFL iBT (internet-Based Test). Keduanya memiliki tujuan yang sama namun dengan format, pelaksanaan, dan penerimaan yang berbeda secara signifikan.
1. Format dan Media Pelaksanaan Ujian
Perbedaan paling mendasar antara TOEFL ITP dan TOEFL iBT terletak pada format dan media pelaksanaannya. Ini akan sangat memengaruhi pengalaman Anda saat mengerjakan tes.
TOEFL ITP: Tradisional dengan Kertas dan Pensil
- TOEFL ITP adalah ujian berbasis kertas (paper-based test). Anda akan mengerjakan soal di lembar kertas dan mengisi lembar jawaban menggunakan pensil.
- Pengalaman ujiannya mirip dengan ujian sekolah pada umumnya, di mana Anda berhadapan langsung dengan kertas soal dan lembar jawaban.
- Bagian mendengarkan (Listening) biasanya menggunakan pemutar audio terpusat di ruangan tes, yang diputar untuk semua peserta secara bersamaan.
Contohnya, bayangkan Anda sedang mengerjakan ujian di bangku sekolah: semua instruksi, soal, dan lembar jawaban ada di hadapan Anda secara fisik. Ini bisa menjadi keuntungan bagi mereka yang kurang terbiasa dengan komputer atau merasa lebih nyaman menulis langsung.
TOEFL iBT: Digital Penuh Menggunakan Komputer dan Internet
- TOEFL iBT adalah ujian berbasis internet (internet-based test). Seluruh proses ujian, mulai dari membaca soal, mendengarkan audio, hingga menjawab, dilakukan di komputer yang terhubung ke internet.
- Anda akan mengetik jawaban untuk bagian menulis (Writing) dan berbicara langsung di mikrofon untuk bagian berbicara (Speaking).
- Pengalaman ini menuntut Anda untuk memiliki literasi komputer yang baik dan familiar dengan antarmuka digital.
Sebagai ilustrasi, ini seperti Anda sedang mengerjakan tugas di laboratorium komputer. Anda akan menggunakan keyboard, mouse, dan headset sepanjang ujian. Keterampilan mengetik yang cepat dan kemampuan berbicara di depan mikrofon menjadi sangat penting di sini.
2. Durasi dan Struktur Tes
Struktur dan durasi kedua tes ini juga sangat berbeda, mempengaruhi stamina dan strategi pengerjaan Anda.
TOEFL ITP: Lebih Singkat dengan Tiga Bagian Utama
- TOEFL ITP umumnya memiliki durasi sekitar 2 hingga 2,5 jam.
- Tes ini terdiri dari tiga bagian utama:
- Listening Comprehension: Menguji kemampuan mendengarkan dan memahami percakapan serta kuliah singkat dalam Bahasa Inggris.
- Structure and Written Expression: Menguji tata bahasa dan kemampuan mengidentifikasi kesalahan dalam kalimat.
- Reading Comprehension: Menguji kemampuan membaca dan memahami berbagai teks akademis.
Pengalaman yang sering saya lihat adalah peserta merasa ITP lebih “fokus” pada aspek-aspek tertentu. Tidak adanya bagian speaking dan writing secara langsung membuatnya terasa lebih cepat dan mungkin tidak terlalu menguras energi bagi sebagian orang.
TOEFL iBT: Lebih Komprehensif dengan Empat Keterampilan Terintegrasi
- TOEFL iBT adalah ujian yang jauh lebih panjang, dengan durasi sekitar 3 hingga 3,5 jam (termasuk istirahat 10 menit).
- Tes ini menguji empat keterampilan berbahasa Inggris secara komprehensif, seringkali secara terintegrasi:
- Reading: Membaca teks akademis dan menjawab pertanyaan.
- Listening: Mendengarkan ceramah dan percakapan di lingkungan kampus, lalu menjawab pertanyaan.
- Speaking: Menjawab pertanyaan tentang topik umum atau menggabungkan informasi dari bacaan dan rekaman audio.
- Writing: Menulis esai berdasarkan informasi yang diberikan (terintegrasi) dan esai ekspositori (mandiri).
Keterampilan terintegrasi ini adalah ciri khas iBT. Misalnya, Anda mungkin akan membaca sebuah teks, lalu mendengarkan rekaman audio tentang topik yang sama, dan kemudian diminta untuk berbicara atau menulis tentang hubungan antara keduanya. Ini mensimulasikan penggunaan bahasa Inggris di dunia nyata secara lebih akurat, seperti saat mengikuti perkuliahan dan berdiskusi.
3. Jenis Soal dan Keterampilan yang Diuji
Meskipun keduanya menguji Bahasa Inggris, jenis soal dan penekanan pada keterampilan tertentu sangat berbeda.
TOEFL ITP: Pilihan Ganda Fokus pada Struktur dan Pemahaman
- Seluruh soal TOEFL ITP adalah pilihan ganda (multiple choice).
- Bagian Structure and Written Expression sangat spesifik menguji tata bahasa dan sintaksis.
- Bagian Listening dan Reading berfokus pada pemahaman inti dari apa yang didengar dan dibaca.
Dalam pengalaman saya, peserta ITP seringkali merasa terbantu dengan format pilihan ganda karena ada kemungkinan menebak jika benar-benar buntu. Namun, ini juga berarti Anda harus sangat teliti dalam memahami nuansa tata bahasa dan mencari “distractor” dalam pilihan jawaban.
TOEFL iBT: Beragam Bentuk Soal Menguji Produksi Bahasa
- TOEFL iBT memiliki berbagai jenis soal, termasuk pilihan ganda, mencocokkan, mengisi tabel, dan yang paling penting, menghasilkan jawaban sendiri dalam bentuk lisan (Speaking) dan tulisan (Writing).
- Soal-soal speaking dan writing menuntut Anda untuk mengorganisir ide, menyampaikan pendapat, dan menyintesis informasi secara lisan maupun tertulis.
- Ini mengukur kemampuan aktif Anda dalam menggunakan bahasa Inggris, bukan hanya pemahaman pasif.
Saya sering mengingatkan siswa bahwa iBT bukan hanya tentang “memahami” tetapi juga tentang “menggunakan.” Anda tidak bisa hanya mengandalkan pemahaman pasif; Anda harus mampu memproduksi bahasa Inggris yang koheren dan logis secara spontan.
4. Sistem Penilaian dan Skor
Skala penilaian dan interpretasi skor juga sangat berbeda antara kedua jenis TOEFL ini.
TOEFL ITP: Skor Lebih Sempit dengan Skala 310-677
- Skor TOEFL ITP berkisar antara 310 hingga 677.
- Setiap bagian (Listening, Structure & Written Expression, Reading) memiliki rentang skor sendiri, yang kemudian digabungkan menjadi skor total.
- Skor ini biasanya digunakan sebagai indikator level kemampuan Bahasa Inggris (misalnya, di atas 500 sering dianggap cukup baik untuk keperluan lokal).
Misalnya, sebuah institusi mungkin mensyaratkan skor ITP minimal 550. Skor ini cukup mudah dipahami sebagai gambaran umum kemampuan Bahasa Inggris Anda.
TOEFL iBT: Skor Lebih Luas dengan Skala 0-120
- Skor TOEFL iBT berkisar antara 0 hingga 120.
- Setiap bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) diberi skor dari 0 hingga 30, yang kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan skor total.
- Skor iBT memberikan gambaran yang lebih rinci tentang kekuatan dan kelemahan Anda di setiap keterampilan.
Sebagai contoh, banyak universitas luar negeri tidak hanya mensyaratkan skor total iBT minimal 90, tetapi juga skor minimal per bagian (misalnya, tidak ada bagian di bawah 20). Ini menunjukkan betapa detailnya penilaian iBT dan pentingnya keseimbangan kemampuan.
5. Penerimaan dan Validitas Skor
Ini adalah poin krusial yang paling sering ditanyakan: “Skor saya diterima di mana?”
TOEFL ITP: Untuk Keperluan Internal dan Lokal
- Skor TOEFL ITP umumnya diterima untuk keperluan domestik atau internal.
- Misalnya, untuk pendaftaran beasiswa dalam negeri, seleksi masuk universitas lokal, program pertukaran pelajar antar kampus di Indonesia, atau sebagai syarat kelulusan di beberapa institusi.
- Validitas skor ITP biasanya dua tahun, namun penerimaannya lebih terbatas.
Berdasarkan pengalaman saya, banyak mahasiswa yang mengira ITP bisa digunakan untuk mendaftar ke universitas di luar negeri. Sayangnya, ini jarang terjadi. ITP lebih sering digunakan oleh lembaga untuk mengukur kemajuan belajar siswanya atau sebagai syarat seleksi internal.
TOEFL iBT: Standar Global untuk Akademis Internasional
- Skor TOEFL iBT diterima secara luas oleh lebih dari 11.000 universitas dan institusi di lebih dari 150 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia.
- Ini adalah standar emas untuk pendaftaran program gelar di luar negeri, visa pelajar, dan persyaratan imigrasi.
- Validitas skor iBT adalah dua tahun, dan penerimaannya sangat luas di kancah internasional.
Jika impian Anda adalah melanjutkan studi di luar negeri, maka TOEFL iBT adalah pilihan yang hampir pasti Anda butuhkan. Institusi-institusi ini mengandalkan iBT untuk memastikan bahwa calon mahasiswanya memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang memadai untuk lingkungan akademis yang menantang.
6. Biaya dan Ketersediaan Lokasi Tes
Pertimbangan praktis lainnya adalah biaya dan kemudahan akses ke lokasi tes.
TOEFL ITP: Lebih Terjangkau dan Sering Diselenggarakan
- Biaya untuk mengikuti TOEFL ITP umumnya jauh lebih murah dibandingkan iBT.
- Tes ITP sering diselenggarakan oleh berbagai pusat bahasa atau universitas lokal, sehingga ketersediaan lokasinya bisa lebih banyak dan fleksibel di berbagai kota.
- Jadwal tesnya pun seringkali lebih sering, tergantung pada penyelenggara lokal.
Misalnya, beberapa pusat bahasa di kota kecil mungkin rutin menyelenggarakan TOEFL ITP setiap bulan dengan biaya yang terjangkau, katakanlah di bawah 500 ribu rupiah. Ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas atau tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota besar.
TOEFL iBT: Lebih Mahal dan Lokasi Terbatas
- Biaya untuk TOEFL iBT jauh lebih mahal, biasanya berkisar antara 200 hingga 250 USD (sekitar 3-4 juta Rupiah, tergantung kurs).
- Lokasi tes iBT lebih terbatas dan biasanya hanya tersedia di kota-kota besar yang memiliki pusat tes resmi dengan fasilitas komputer dan internet yang memadai.
- Jadwal tesnya juga lebih terpusat dan perlu dipesan jauh-jauh hari karena kapasitas terbatas.
Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang memilih ITP terlebih dahulu, terutama jika mereka belum yakin akan melanjutkan studi ke luar negeri. Namun, jika tujuan internasional sudah jelas, investasi pada iBT adalah keharusan.
Tips Praktis Memilih TOEFL ITP atau iBT
Setelah memahami perbedaannya, sekarang saatnya mengambil keputusan. Berikut adalah tips praktis untuk membantu Anda memilih:
- Tentukan Tujuan Utama Anda:
- Jika Anda hanya perlu bukti kemampuan Bahasa Inggris untuk keperluan lokal (misalnya, beasiswa dalam negeri, syarat kelulusan universitas lokal, atau pendaftaran program di Indonesia), TOEFL ITP kemungkinan besar sudah cukup.
- Jika Anda berencana melanjutkan studi di luar negeri, melamar beasiswa internasional, atau memerlukan validasi global atas kemampuan Bahasa Inggris Anda, TOEFL iBT adalah pilihan yang wajib.
- Periksa Persyaratan Institusi Tujuan:
- Ini adalah langkah terpenting! Jangan berasumsi. Selalu cek langsung situs web atau hubungi institusi yang Anda tuju untuk mengetahui jenis TOEFL dan skor minimum yang mereka syaratkan.
- Beberapa institusi mungkin menerima keduanya, tetapi dengan skor minimum yang berbeda atau untuk program yang berbeda.
- Evaluasi Kesiapan Anda Terhadap Komputer:
- Jika Anda kurang nyaman mengetik cepat, berbicara di depan mikrofon, atau berinteraksi dengan antarmuka komputer selama berjam-jam, ITP mungkin terasa lebih nyaman.
- Jika Anda familiar dengan teknologi dan ingin mengukur kemampuan berbicara dan menulis secara aktif, iBT akan lebih sesuai.
- Pertimbangkan Anggaran dan Waktu:
- Jika anggaran terbatas atau Anda membutuhkan hasil tes cepat untuk keperluan lokal, ITP bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis dan sering tersedia.
- Jika Anda memiliki anggaran lebih dan waktu persiapan yang cukup untuk menghadapi tes yang lebih komprehensif, investasikan pada iBT.
- Lakukan Latihan Simulasi:
- Cobalah mengerjakan contoh soal atau tes simulasi untuk kedua format. Ini akan memberi Anda gambaran langsung tentang jenis tekanan dan tantangan yang akan Anda hadapi.
- Banyak sumber daya online gratis atau berbayar yang menawarkan tes simulasi TOEFL ITP dan iBT.
FAQ Seputar Perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering muncul terkait perbedaan kedua jenis TOEFL ini:
Q: Mana yang lebih sulit, TOEFL ITP atau TOEFL iBT?
A: Secara umum, TOEFL iBT dianggap lebih menantang karena menguji empat keterampilan secara komprehensif, termasuk produksi bahasa (Speaking dan Writing) dan keterampilan terintegrasi. ITP mungkin terasa lebih mudah karena formatnya pilihan ganda dan tidak ada bagian Speaking/Writing langsung. Namun, tingkat kesulitan juga sangat tergantung pada kekuatan dan kelemahan individu.
Q: Apakah skor TOEFL ITP bisa dikonversi ke TOEFL iBT?
A: Tidak ada konversi resmi atau langsung dari skor ITP ke iBT yang diakui oleh ETS (pembuat TOEFL) atau institusi. Meskipun ada tabel perkiraan konversi yang beredar, itu hanya sebagai panduan kasar dan tidak dapat digunakan sebagai pengganti skor tes yang sebenarnya. Institusi selalu meminta skor dari tes yang relevan.
Q: Berapa lama validitas skor TOEFL ITP dan iBT?
A: Baik skor TOEFL ITP maupun TOEFL iBT memiliki masa berlaku dua tahun sejak tanggal tes. Setelah itu, skor Anda dianggap tidak valid karena kemampuan Bahasa Inggris seseorang dapat berubah seiring waktu.
Q: Apakah TOEFL ITP diterima untuk beasiswa luar negeri?
A: Sangat jarang. Mayoritas beasiswa luar negeri dan universitas internasional mensyaratkan TOEFL iBT. TOEFL ITP umumnya hanya diterima untuk beasiswa domestik atau program pertukaran pelajar tertentu yang bekerja sama dengan institusi lokal.
Q: Haruskah saya mengambil keduanya?
A: Tidak perlu mengambil keduanya kecuali Anda memiliki kebutuhan spesifik yang mengharuskan keduanya. Sebaiknya fokus pada satu jenis tes yang paling sesuai dengan tujuan Anda dan persiapkan diri semaksimal mungkin untuk itu.
Kesimpulan
Memahami perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT adalah langkah pertama yang krusial dalam perjalanan akademis atau profesional Anda. Keduanya memiliki peran penting, namun dengan tujuan, format, dan penerimaan yang berbeda secara signifikan.
Ingatlah, TOEFL ITP lebih cocok untuk kebutuhan lokal dan internal dengan format yang lebih tradisional. Sementara TOEFL iBT adalah standar global untuk ambisi internasional, menguji kemampuan Bahasa Inggris Anda secara lebih komprehensif dan terintegrasi.
Dengan informasi ini, Anda kini memiliki bekal yang cukup untuk membuat keputusan yang tepat. Jangan ragu, pilih tes yang paling sesuai dengan tujuan Anda, dan mulailah persiapan Anda sekarang! Masa depan cerah menanti dengan skor TOEFL impian Anda.




