Selamat datang, para peneliti muda dan akademisi! Pernahkah Anda merasa memiliki harta karun berupa skripsi yang sudah rampung, namun bingung bagaimana cara mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih besar, lebih berdampak, dan dikenal luas di dunia ilmiah? Jika ya, Anda berada di tempat yang tepat.
Skripsi Anda adalah puncak dari perjalanan penelitian yang panjang, penuh dedikasi, dan kerja keras. Mengubahnya menjadi artikel ilmiah adalah langkah cerdas untuk menyebarkan temuan Anda, memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, dan tentu saja, meningkatkan portofolio akademik Anda.
Proses ini mungkin terdengar menantang pada awalnya, namun percayalah, dengan panduan yang tepat, Anda akan melihatnya sebagai sebuah peluang emas. Artikel mendalam ini akan menjadi peta jalan Anda, membimbing Anda langkah demi langkah dalam cara membuat artikel ilmiah dari skripsi, dari konsep hingga siap publikasi.
Kita akan membahas strategi praktis, tips ahli, dan kesalahan umum yang perlu dihindari. Siap mengubah skripsi Anda menjadi bintang di langit publikasi ilmiah? Mari kita mulai petualangan ini bersama!
1. Pahami Perbedaan Mendasar: Skripsi vs. Artikel Ilmiah
Sebelum kita mulai membedah skripsi Anda, penting untuk memahami bahwa skripsi dan artikel ilmiah adalah dua entitas yang berbeda, meskipun isinya berasal dari sumber yang sama. Skripsi cenderung lebih detail, panjang, dan ditujukan untuk audiens internal (komite ujian).
Artikel ilmiah, di sisi lain, lebih ringkas, fokus, dan bertujuan untuk publikasi di jurnal ilmiah dengan audiens yang lebih luas, yaitu komunitas peneliti di bidang yang sama. Ini berarti ada perbedaan signifikan dalam gaya penulisan, struktur, dan kedalaman pembahasan setiap bagian.
Bayangkan skripsi Anda sebagai sebuah novel tebal yang berisi semua detail cerita, sedangkan artikel ilmiah adalah ringkasan super padat yang hanya menyajikan inti cerita paling menarik dan penting. Kita perlu belajar seni “meringkas” tanpa menghilangkan esensi.
Fokus dan Panjang
-
Skripsi: Mencakup latar belakang yang sangat luas, tinjauan pustaka mendalam, metodologi yang dijelaskan sangat rinci, hasil penelitian secara komprehensif, dan pembahasan yang panjang.
Tujuannya adalah menunjukkan kemampuan Anda dalam melakukan penelitian secara utuh.
-
Artikel Ilmiah: Berfokus pada kontribusi utama, temuan baru, atau argumen inti dari penelitian Anda. Bagian-bagiannya jauh lebih singkat dan padat.
Tujuannya adalah mengkomunikasikan hasil penelitian yang signifikan secara efisien kepada para sejawat.
Gaya Penulisan dan Audiens
-
Skripsi: Formal, terkadang sedikit deskriptif, dan ditujukan untuk penguji yang ingin melihat setiap tahapan penelitian Anda.
-
Artikel Ilmiah: Lugas, objektif, persuasif dalam menyajikan argumen, dan ditujukan untuk pembaca yang sudah memiliki pemahaman dasar tentang bidang Anda.
Mereka tidak butuh penjelasan ulang konsep dasar, melainkan fokus pada kontribusi Anda.
Memahami perbedaan ini adalah langkah pertama yang krusial. Ini akan membantu Anda memilah mana informasi yang harus dipertahankan, dipadatkan, atau bahkan dihilangkan sepenuhnya dari skripsi Anda.
2. Temukan ‘Berlian’ dari Skripsi Anda: Identifikasi Kontribusi Utama
Setiap skripsi pasti memiliki inti atau “berlian” yang membuatnya unik dan berharga. Ini bisa berupa temuan baru, metode inovatif, sudut pandang berbeda terhadap masalah lama, atau implikasi praktis yang signifikan. Langkah ini adalah kunci untuk cara membuat artikel ilmiah dari skripsi yang menarik perhatian.
Jangan terjebak pada semua detail penelitian Anda. Fokuslah pada pertanyaan ini: “Apa yang paling baru, paling penting, atau paling menarik dari penelitian saya yang belum banyak dibahas?”
Menentukan Fokus Utama
-
Pertanyaan Penelitian Kunci: Kembali ke rumusan masalah skripsi Anda. Mana di antara pertanyaan tersebut yang menghasilkan jawaban paling signifikan atau paling mengejutkan?
Misalnya, jika skripsi Anda membahas efektivitas tiga metode pengajaran, dan ternyata salah satu metode jauh lebih unggul, itu adalah berlian Anda.
-
Temuan Paling Menonjol: Cermati bagian hasil dan pembahasan. Apakah ada data atau analisis yang benar-benar menonjol, tidak sesuai dugaan, atau memiliki implikasi luas?
Mungkin Anda menemukan korelasi yang tidak terduga antara dua variabel, atau data Anda membantah teori yang sudah ada.
-
Metode Inovatif (Jika Ada): Jika skripsi Anda mengembangkan atau mengadaptasi metode penelitian baru yang bisa diterapkan pada studi lain, ini juga bisa menjadi fokus utama artikel.
Contohnya, jika Anda menciptakan teknik analisis data yang lebih efisien atau instrumen survei yang lebih akurat.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa mungkin memiliki skripsi tebal tentang “Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Generasi Z di Kota X”. Artikel ilmiahnya mungkin hanya fokus pada “Dampak Media Sosial sebagai Faktor Dominan dalam Keputusan Pembelian Generasi Z,” karena itulah temuan paling signifikan dan paling baru.
Mengidentifikasi “berlian” ini akan memandu Anda dalam menulis abstrak, pendahuluan, hingga kesimpulan artikel ilmiah Anda. Ini adalah benang merah yang akan menyatukan seluruh bagian artikel.
3. Rancang Struktur Artikel Ilmiah yang Ideal: Ikuti Format Jurnal
Struktur artikel ilmiah umumnya mengikuti format IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), ditambah abstrak dan kesimpulan. Ini adalah standar global yang memudahkan pembaca untuk memahami alur penelitian Anda. Mengikuti format ini adalah langkah penting dalam cara membuat artikel ilmiah dari skripsi yang terstruktur baik.
Penting untuk memilih target jurnal terlebih dahulu, karena setiap jurnal mungkin memiliki sedikit variasi dalam pedoman penulisannya. Namun, kerangka umum IMRAD akan tetap menjadi dasarnya.
Komponen Utama Struktur Artikel Ilmiah
Berikut adalah komponen utama yang harus ada dalam artikel ilmiah Anda, disesuaikan dari skripsi:
-
Judul: Harus menarik, informatif, dan mencerminkan inti penelitian. Singkat namun jelas.
-
Abstrak: Ringkasan padat dari seluruh penelitian, mencakup tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Biasanya 150-250 kata.
-
Kata Kunci: 3-5 kata atau frasa yang relevan untuk membantu artikel Anda ditemukan di mesin pencari ilmiah.
-
Pendahuluan (Introduction): Latar belakang masalah, celah penelitian yang diisi oleh studi Anda, tujuan penelitian, dan kontribusi/signifikansi penelitian. Lebih singkat dari bab 1 skripsi.
-
Metode Penelitian (Methods): Desain penelitian, populasi/sampel, instrumen, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis data. Jelaskan secara ringkas namun cukup detail agar penelitian dapat direplikasi.
-
Hasil (Results): Sajikan temuan utama Anda secara objektif, seringkali menggunakan tabel dan grafik. Hindari interpretasi terlalu dalam di bagian ini.
-
Pembahasan (Discussion): Interpretasi hasil, kaitannya dengan teori yang ada, perbandingan dengan penelitian sebelumnya, implikasi, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan.
-
Kesimpulan (Conclusion): Ringkasan temuan utama dan jawab pertanyaan penelitian. Tidak perlu detail seperti bab 5 skripsi.
-
Daftar Pustaka (References): Semua sumber yang dikutip dalam artikel.
Meskipun Anda mengambil materi dari skripsi yang sudah ada, Anda akan menulis ulang banyak bagian agar sesuai dengan format dan gaya artikel ilmiah. Ini bukan sekadar memotong dan menempel, tetapi lebih kepada menyusun ulang dan merangkum.
4. Menulis Setiap Bagian dengan Efektif: Dari Abstrak hingga Kesimpulan
Ini adalah inti dari cara membuat artikel ilmiah dari skripsi. Setiap bagian artikel ilmiah membutuhkan perhatian khusus agar pesan Anda tersampaikan dengan efektif dan efisien. Ingat, tujuannya adalah memadatkan informasi tanpa kehilangan esensi.
Abstrak: Jendela ke Penelitian Anda
Abstrak adalah bagian terpenting karena seringkali menjadi satu-satunya bagian yang dibaca sebelum pembaca memutuskan untuk membaca keseluruhan artikel. Buatlah ringkas, padat, dan mencakup semua elemen IMRADC (Introduction, Methods, Results, Discussion, Conclusion).
-
Tips: Tulis abstrak setelah semua bagian lain selesai. Ini membantu Anda merangkum poin-poin paling krusial dengan lebih baik. Gunakan kalimat aktif dan hindari singkatan yang tidak umum.
Contoh: “Penelitian ini menguji efek X terhadap Y pada sampel Z menggunakan metode Q. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan Y (p < 0.05) setelah intervensi X, mengindikasikan X merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan.”
Pendahuluan: Membangun Konteks dan Relevansi
Fokuslah pada latar belakang masalah yang spesifik, tunjukkan celah penelitian yang Anda isi, dan nyatakan tujuan serta hipotesis Anda secara jelas. Jauhkan pembahasan umum yang sangat luas seperti di skripsi.
-
Tips: Mulai dari konteks yang lebih luas namun relevan, lalu persempit ke masalah spesifik yang diteliti. Akhiri dengan tujuan dan signifikansi penelitian Anda. Ingat, pembaca Anda adalah peneliti, mereka tidak butuh penjelasan konsep dasar terlalu panjang.
Misalnya, daripada membahas sejarah panjang metode A, langsung fokus pada “Meski metode A telah lama digunakan, efektivitasnya dalam konteks B masih belum teruji secara empiris…”
Metode Penelitian: Ringkas Namun Jelas
Deskripsikan desain penelitian, partisipan, instrumen, dan prosedur secara ringkas namun cukup detail agar penelitian Anda bisa direplikasi. Jangan sertakan semua detail teknis yang ada di skripsi Anda.
-
Tips: Gunakan sub-judul untuk memisahkan bagian-bagian metode (misalnya, Desain Penelitian, Partisipan, Instrumen, Prosedur Analisis Data). Jika metode yang Anda gunakan sudah standar, cukup sebutkan dan referensikan sumbernya.
Contoh: “Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan perangkat lunak SPSS versi 26.”
Hasil dan Pembahasan: Jantung Artikel Anda
Bagian ini adalah tempat Anda menyajikan temuan dan interpretasi Anda. Di bagian Hasil, sajikan data secara objektif (gunakan tabel/grafik yang efisien). Di Pembahasan, interpretasikan temuan, bandingkan dengan literatur, jelaskan implikasinya, dan diskusikan keterbatasan.
-
Tips: Di bagian Hasil, fokus pada data yang menjawab pertanyaan penelitian utama Anda. Hindari pengulangan data dalam teks dan tabel/gambar. Di bagian Pembahasan, mulailah dengan temuan utama, lalu elaborasi mengapa temuan itu penting dan apa artinya bagi bidang ilmu Anda. Pastikan setiap klaim didukung oleh data atau referensi.
Misalnya, daripada menulis ulang semua angka, Anda bisa berkata: “Rerata kelompok eksperimen secara signifikan lebih tinggi (M=XX, SD=YY) dibandingkan kelompok kontrol (M=AA, SD=BB), F(df1, df2)=ZZ, p < 0.001.”
Kesimpulan dan Saran: Mengakhiri dengan Kuat
Rangkum temuan paling penting yang menjawab pertanyaan penelitian Anda. Jangan memperkenalkan informasi baru. Sertakan juga saran untuk penelitian selanjutnya atau implikasi praktis.
-
Tips: Pastikan kesimpulan Anda konsisten dengan tujuan dan hasil penelitian. Hindari spekulasi yang tidak berdasar. Saran harus spesifik dan relevan.
Daftar Pustaka: Akurasi dan Konsistensi
Pastikan semua referensi yang Anda kutip dalam artikel tercantum dalam daftar pustaka, dan sebaliknya. Gunakan gaya sitasi yang diminta oleh jurnal target (misalnya, APA, MLA, IEEE).
-
Tips: Gunakan software manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk mengelola kutipan dan daftar pustaka. Ini sangat membantu menjaga konsistensi dan akurasi.
5. Memadatkan dan Merevisi: Seni Mengurangi Tanpa Kehilangan Esensi
Mengubah skripsi tebal menjadi artikel ilmiah yang ringkas adalah tentang seni memadatkan. Ini bukan sekadar “membuang”, tapi “menyaring” hingga hanya esensi terbaik yang tersisa. Ini adalah salah satu tantangan terbesar dalam cara membuat artikel ilmiah dari skripsi.
Ingatlah bahwa artikel ilmiah biasanya memiliki batasan kata (misalnya, 5000-8000 kata). Skripsi Anda mungkin puluhan bahkan ratusan halaman, jadi Anda perlu memotong secara agresif.
Strategi Pemadatan
-
Identifikasi Informasi Redundan: Apakah ada kalimat atau paragraf yang mengulang ide yang sama? Hapus atau gabungkan.
-
Fokus pada Poin Kritis: Misalnya, di tinjauan pustaka, alih-alih membahas setiap teori secara mendalam, cukup sentuh teori yang paling relevan dengan celah penelitian dan argumen Anda.
Di bagian metode, Anda tidak perlu menjelaskan setiap langkah detail instalasi software, cukup sebutkan software dan versi yang digunakan.
-
Gunakan Tabel dan Gambar Secara Efisien: Grafik atau tabel yang dirancang dengan baik bisa menggantikan beberapa paragraf teks. Pastikan mereka mudah dipahami tanpa perlu membaca teks yang panjang.
Contoh: Sebuah tabel ringkasan karakteristik demografi partisipan jauh lebih efisien daripada paragraf yang panjang lebar.
-
Hapus Contoh yang Terlalu Spesifik: Jika skripsi Anda penuh dengan contoh kasus yang sangat lokal atau spesifik, pertimbangkan untuk menyederhanakannya atau menghapusnya jika tidak relevan untuk audiens yang lebih luas.
-
Ubah Bahasa Pasif ke Aktif: Kalimat aktif lebih ringkas dan langsung. Misalnya, daripada “Telah ditemukan bahwa…” gunakan “Kami menemukan bahwa…”
Proses Revisi yang Berulang
Revisi adalah tahap yang tidak bisa dilewatkan. Jangan berharap artikel Anda sempurna dalam sekali tulis. Idealnya, biarkan tulisan Anda “mengendap” beberapa hari sebelum merevisi.
-
Revisi Struktur dan Alur Logika: Apakah setiap bagian mengalir dengan baik? Apakah argumen Anda koheren dan mudah diikuti?
-
Revisi Konten: Apakah semua klaim didukung bukti? Apakah ada bagian yang bisa dipersingkat tanpa mengurangi makna? Apakah “berlian” Anda tersampaikan dengan jelas?
-
Revisi Bahasa dan Tata Bahasa: Periksa ejaan, tata bahasa, dan gaya penulisan. Pastikan bahasanya lugas dan profesional.
-
Minta Umpan Balik: Ini krusial! Minta dosen pembimbing, teman sejawat, atau peneliti lain untuk membaca draf Anda. Mereka bisa melihat bagian yang membingungkan atau terlalu panjang yang mungkin tidak Anda sadari.
Seorang mentor pernah berkata, “Jika Anda tidak bisa menjelaskan penelitian Anda dalam satu halaman, Anda belum benar-benar memahaminya.” Filosofi ini sangat relevan dalam proses pemadatan.
6. Pilih Jurnal yang Tepat dan Lakukan Submit: Strategi Publikasi
Setelah artikel Anda selesai dan direvisi dengan cermat, langkah selanjutnya adalah memilih jurnal yang tepat dan mengirimkannya. Pemilihan jurnal yang strategis sangat mempengaruhi peluang publikasi Anda. Ini adalah bagian terakhir dari cara membuat artikel ilmiah dari skripsi yang efektif.
Memilih Jurnal yang Tepat
-
Keselarasan Ruang Lingkup (Scope): Ini adalah faktor paling penting. Baca “Aims and Scope” jurnal. Apakah topik artikel Anda benar-benar sesuai dengan fokus jurnal tersebut?
Mengirim artikel ke jurnal yang tidak sesuai ruang lingkupnya hampir pasti akan berujung pada penolakan cepat.
-
Kualitas dan Reputasi Jurnal: Pertimbangkan peringkat jurnal (misalnya, Q1, Q2 di Scopus/Web of Science), Impact Factor, atau reputasinya di bidang Anda. Pilih jurnal yang relevan dengan level penelitian Anda.
-
Target Audiens: Siapa yang ingin Anda jangkau? Jurnal yang berbeda memiliki pembaca yang berbeda. Pilih yang paling mungkin tertarik dengan temuan Anda.
-
Waktu Review dan Proses: Beberapa jurnal memiliki proses review yang sangat lama. Jika Anda terburu-buru, perhatikan metrik ini.
-
Biaya Publikasi (APC): Beberapa jurnal open access membebankan Biaya Pemrosesan Artikel (Article Processing Charge/APC). Pastikan Anda memiliki anggaran atau pendanaan untuk ini jika memilih jurnal berbayar.
Tips: Gunakan referensi di skripsi Anda. Jurnal mana yang paling sering Anda kutip? Jurnal-jurnal tersebut kemungkinan besar relevan dengan penelitian Anda. Selain itu, gunakan fitur “Journal Finder” dari penerbit besar seperti Elsevier atau Springer.
Proses Submit Artikel
-
Baca Pedoman Penulis (Author Guidelines) dengan Seksama: Setiap jurnal memiliki format, gaya penulisan, dan persyaratan khusus. Ikuti setiap instruksi dengan cermat. Kelalaian kecil bisa menyebabkan artikel Anda dikembalikan sebelum di-review.
-
Siapkan Cover Letter: Surat pengantar ini menjelaskan kepada editor mengapa artikel Anda penting, relevan untuk jurnal mereka, dan apa kontribusi utamanya. Ini adalah kesempatan Anda untuk “menjual” artikel Anda.
-
Gunakan Sistem Submit Online: Hampir semua jurnal menggunakan sistem submit online. Ikuti langkah-langkah yang diminta dengan teliti. Pastikan semua file (naskah, gambar, tabel, cover letter) sudah benar.
-
Penyelesaian Etika dan Konflik Kepentingan: Jurnal akan meminta Anda untuk mengkonfirmasi bahwa penelitian Anda etis dan tidak ada konflik kepentingan.
Proses review bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Bersabarlah. Jika artikel Anda diterima dengan revisi (mayor atau minor), itu adalah kabar baik! Tanggapi setiap komentar reviewer dengan serius dan berikan respons yang jelas.
Tips Praktis Menerapkan Cara membuat artikel ilmiah dari skripsi
Berikut adalah beberapa tips tambahan yang akan mempermudah perjalanan Anda dalam mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah:
-
Mulai dari Outline: Jangan langsung menulis. Buat outline artikel ilmiah Anda terlebih dahulu, lalu pindahkan dan sesuaikan bagian-bagian skripsi ke dalam outline tersebut. Ini membantu Anda melihat gambaran besar.
-
Libatkan Dosen Pembimbing: Dosen pembimbing Anda adalah sumber daya yang tak ternilai. Mereka sudah familiar dengan skripsi Anda dan memiliki pengalaman dalam publikasi. Libatkan mereka sejak awal proses.
-
Jangan Takut Memotong: Ini mungkin bagian tersulit, tapi sangat penting. Jika suatu bagian tidak mendukung argumen utama artikel atau terlalu detail untuk format jurnal, potonglah.
-
Fokus pada ‘Why’ dan ‘So What’: Artikel ilmiah lebih fokus pada “mengapa penelitian ini penting” dan “apa implikasinya” daripada hanya “apa yang Anda lakukan”.
-
Gunakan Bahasa yang Jelas dan Lugas: Hindari jargon yang tidak perlu atau kalimat yang berbelit-belit. Tulis seolah-olah Anda sedang menjelaskan temuan Anda kepada kolega yang cerdas tapi sibuk.
-
Periksa Plagiarisme: Pastikan Anda mengutip semua sumber dengan benar dan tidak ada bagian yang terdeteksi plagiat. Banyak jurnal menggunakan alat pendeteksi plagiarisme.
-
Jadikan Kebiasaan: Jika Anda berencana melanjutkan karir akademik, jadikan publikasi sebagai bagian integral dari rutinitas Anda. Semakin sering Anda menulis dan mengirimkan, semakin mahir Anda.
FAQ Seputar Cara membuat artikel ilmiah dari skripsi
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah?
A: Waktunya sangat bervariasi, tergantung pada panjang dan kompleksitas skripsi, serta tingkat pengalaman Anda. Bisa dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Jika Anda sudah mahir, bisa lebih cepat. Proses revisi oleh reviewer jurnal juga menambah waktu.
Q: Apakah semua skripsi bisa diubah menjadi artikel ilmiah?
A: Umumnya, ya. Namun, skripsi yang memiliki kontribusi orisinal, temuan signifikan, atau metode inovatif akan memiliki peluang lebih besar untuk diterima di jurnal bereputasi. Skripsi yang hanya replikasi tanpa ada hal baru mungkin lebih sulit.
Q: Bolehkah saya mengubah judul skripsi saya saat menjadi artikel ilmiah?
A: Sangat boleh, bahkan disarankan. Judul artikel ilmiah harus lebih ringkas, fokus, dan menarik perhatian pembaca potensial di jurnal. Judul skripsi seringkali terlalu panjang atau terlalu spesifik untuk tujuan publikasi.
Q: Bagaimana jika skripsi saya sudah lama, apakah masih bisa diubah menjadi artikel ilmiah?
A: Bisa, namun Anda perlu melakukan pembaruan pada tinjauan pustaka dan pembahasan. Pastikan Anda mengintegrasikan literatur terbaru yang relevan untuk menunjukkan bahwa penelitian Anda masih kontekstual dan relevan dengan perkembangan terkini di bidang tersebut.
Q: Apakah perlu izin dosen pembimbing untuk mempublikasikan artikel dari skripsi?
A: Ya, sangat dianjurkan dan seringkali wajib. Dosen pembimbing Anda adalah pihak yang paling memahami penelitian tersebut dan biasanya akan menjadi co-author. Diskusi dan persetujuan dari mereka adalah langkah etis dan praktis yang harus Anda lakukan.
Q: Apa yang harus saya lakukan jika artikel saya ditolak oleh jurnal?
A: Jangan berkecil hati! Penolakan adalah bagian normal dari proses publikasi. Perhatikan baik-baik komentar reviewer dan editor. Gunakan umpan balik tersebut untuk memperbaiki artikel Anda, lalu kirimkan ke jurnal lain yang mungkin lebih sesuai. Anggap ini sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kualitas tulisan Anda.
Selamat, Anda telah menuntaskan perjalanan memahami cara membuat artikel ilmiah dari skripsi! Mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah memang memerlukan ketelitian, kesabaran, dan kemampuan untuk memadatkan informasi tanpa kehilangan esensi.
Ini adalah proses yang akan mempertajam kemampuan menulis ilmiah Anda dan memberikan visibilitas yang layak untuk kerja keras penelitian Anda. Ingat, skripsi Anda bukan hanya tumpukan kertas, melainkan bibit ilmu pengetahuan yang siap bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata.
Jangan biarkan temuan berharga Anda hanya tersimpan di perpustakaan kampus. Dengan panduan ini, Anda kini memiliki bekal untuk menyebarkan ide-ide cemerlang Anda ke seluruh dunia ilmiah. Jadi, apa lagi yang Anda tunggu? Ambil skripsi Anda, buka kembali, dan mulailah proses transformasinya!
Kami menantikan artikel ilmiah Anda bertebaran di jurnal-jurnal bereputasi. Selamat berkarya!




